Alumni Bias: Calon Veterinary Yang Hobi Naik Gunung

0
169
Pengabdian masyarakat nasional oleh IMAKAHI di Kulon Progo Yogyakarta. Sumber: Dok. Pribadi

Ada yang punya hewan peliharaan? Udah tahu cara merawatnya dengan baik? Atau hanya sekedar ikut-ikutan dengan yang lain? Nah, ada salah satu alumni Bias yang suka banget sama hewan peliharaan loh.

Bukan sekedar hewan biasa, tapi hewan-hewan yang dianggap “nggak wajar” untuk dipelihara. Dia adalah Nur Salsabila, Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM angkatan 2018.

Kegiatan Sosial

Gadis yang biasa dipanggil salsa ini tidak hanya belajar di kelas saja, tetapi juga aktif dalam kegiatan organisasi veterinary.

Beberapa kegiatan yang pernah diikuti adalah Pengabdian Masyarakat Nasional (PengMasNas) dari Ikatan Mahasiswa Kedokteran Hewan Indonesia (IMAKAHI) yang diselenggarakan akhir tahun 2018.

PengMasNas ini diadakan di salah satu desa Kulon Progo, Yogyakarta. Dalam kegiatan ini, mahasiswa kedokteran hewan dari seluruh Indonesia memberikan arahan mengenai manajemen ternak yang baik, pengenalan satwa eksotik dan memberikan pengarahan terkait kesehatan ternak.

Selain PengMasNas, gadis kelahiran jakarta ini juga aktif di Wildlife Education (Wedu) yang diadakan oleh Kelompok Studi Satwa Liar (KSSL) pada bulan Mei 2019. Kegiatan yang diselenggarakan di SDN Puren Yogyakarta ini lebih kepada pengenalan kepada siswa SD perihal satwa yang terancam dan pentingnya peran mereka dalam membantu masa depan satwa.

Kegiatan Wildlife Education di SDN Puren Yogyakarta pada Mei 2019. Sumber: Dok. Pribadi

Selain dengan cerita verbal saja, para siswa bisa melihat secara langsung hewan dan hewan peraga sehingga memunculkan rasa ketertarikan pada satwa dan memperhatikan kehidupan satwa yang ada.

Gunung, Tempat Belajar Perilaku Hewan

Tidak hanya aktif dalam organisasi, Salsa juga rutin mendaki gunung yang ada di sekitaran Yogyakarta. Menurut Salsa, dari kegiatan mendaki gunung dapat mengetahui perilaku hewan yang ada di gunung dan perbedaan di masing-masing tempatnya.

Salsa dan beberapa alumni Bias mendaki Gunung Merbabu. Sumber: Dok. Pribadi

“Misalnya perilaku babi di Gunung Cikuray sama di Gunung Sindoro berbeda dari segi waktu mencari makan. Dan perilaku hewan-hewan lain mulai dari burung, anjing bahkan sampai tokek.” Ujar Salsa saat menjelaskan hasil pengamatannya di gunung.

“Aku bahkan udah dapet 1 ide penelitian mengenai lintah gajah yang keberadaannya cuma ada 2 di dunia dan salah satunya di Gunung Merbabu, penelitian perihal lintah gajah juga masih sangat minim jadi aku tertarik buat nyoba cari tau lebih dalem” tambahnya.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of