#Konseling Catat aku sebagai seorang pejuang

0
104
perjalanan

Angin masih berhembus dengan irama yang sama
Lalu lalang kendaraan, hanya sekedar lewat. Musim hujan, dingin dan tak ada yang bisa dikenang.

Harapan, riuh rendah muncul dengan kekhawatiran yang semakin meningkat. Di tengah jalan kadang bertanya. Apakah masih bisa?

Duduklah sebentar saja, tarik nafas secara perlahan, pejamkan mata dan katakan, “Aku baik-baik saja dan aku akan mendapatkannya…”

Pernahkah Sobat Bias merasakan suasana yang begitu melankolis suatu waktu? Waktu yang singkat namun berat untuk dirasakan.

Apabila mendapati kondisi tersebut, cobalah Sobat Bias mengingat perjuangan “Tak Sadar” waktu kecil. Perjuangan sederhana, namun mempunyai hasil yang luar biasa.
Apa itu?

Berlatih berjalan.

Coba ingat-ingat cerita waktu itu,

Apakah Sobat Bias saat masih kecil sudah memikirkan kemungkinan terbaik atau kemungkinan terburuk ketika memilih suatu hal? tidak bukan. Pernahkah Sobat Bias berpikir untuk berhenti berlatih berjalan setelah sekian ratus kali jatuh ke lantai? Tidak bukan.

Pernahkah kemudian mengeluh, berhenti sejenak berjalan atau kalo enggak memutuskan untuk hiatus dari latihan berjalan? Tidak juga kan?

Kaki seorang bayi begitu lemah, tak kuasa menahan badan. Tetapi, dengan latihan yang konsisten, kaki yang lemah itu akhirnya menjadi kuat. Bahkan ada yang bisa sampai berlari puluhan kilometer, berdiri dengan waktu yang lama. Kenapa saat kita masih kecil, kita mampu untuk bertahan sedangkan sekarang kita harus berpikir ulang? Bahkan memikirkan untuk mundur ke belakang?

Tanamkan niat itu dalam-dalam, berjalanlah dengan perlahan, tujuan adalah mimpi terindah yang akan kita rasakan. Kita pernah menjadi seorang pejuang dan akan menjadi seorang pejuang.

Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ?
Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras,
bermata tajam
Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya
kepastian
ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini
Aku suka pada mereka yang berani hidup
Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam
Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu……
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu !

Prajurit Jaga Malam Chairil Anwar

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of