Ketika Memilih Untuk Gap Year

0
528
Sharing dan diskusi dengan BEM KM UGM. sumber : dok. Bias Edu

Kampus pilihan belum bisa diraih, akhirnya dengan beberapa pertimbangan memutuskan untuk gap year. Tetap tenang sobat Bias, meskipun gejolak emosi kesedihan dan tantangan banyak terjadi saat menjalaninya.

Gap year itu nggak enak mas, temen-temen sudah pada kuliah, saya belum. Nyesek rasanya kalo ketemu sama temen-temen seangkatan

Mungkin hampir semua sobat Bias yang memilih gap year pernah mengatakan kalimat itu atau setidaknya pernah melontarkan kalimat yang serupa. Bener nggak?

Pengalaman yang sobat Bias rasakan itu bertambah berat saat bertemu keluarga atau saudara jauh kemudian mereka menanyakan, “kuliah dimana?

Indonesia mempunyai budaya baik, yaitu budaya untuk saling peduli dan mengetahui kabar dari saudara dekat, jauh atau bahkan tetangga jauh. Terkadang, ketika mendapatkan hal yang tidak diinginkan dan ditanyakan, rasanya sedih, kecewa bahkan ingin marah.

“ngapain sih ikut campur urusan orang?”

Sobat Bias, kita nggak mungkin mengutuk budaya itu, tetapi yang terpenting bagaimana menyikapinya. Bukan pula mengutuk waktu atau nasib. Tetapi bertanya, what next? Langkah apa yang diambil setelah ini.

Kalau sobat Bias membaca biografi orang-orang sukses, mereka pasti mengalami kegagalan. Tidak hanya sekali, bahkan sampai ratusan kali. Dan mereka tidak mengutuk waktu atau nasib, tetapi berpikir bagaimana bisa bangkit.

Oleh karena itu, what next? Mimin punya saran untuk sobat Bias.

EVALUASI DIRI

Setelah memilih gap year, sobat Bias harus mengevaluasi, apa sih yang salah kemaren? Atau rencana apa sih yang kurang tepat? Saat awal memutuskan gap year, harus mempunyai pertimbangan yang matang, biar nantinya tidak terulang lagi.

EKSPLORASI DIRI

Ada banyak hal yang mungkin belum bisa sobat Bias lakukan saat masih sekolah dulu. Sekarang, waktunya sobat Bias eksplorasi hobi atau minat lebih dalam dan serius lagi.

Terkadang karena sibuknya kegiatan sekolah, akhirnya tidak maksimal untuk mengeksplorasi kemampuan diri sendiri.

Saat ini, sedang ngetrend pekerjaan yang sesuai hobi dan tidak bergantung sama instansi tertentu. Siapa tahu, hobi sobat Bias bisa menghasilkan uang dan bisa mandiri secara finansial.

MEMILIH JURUSAN

Apakah jurusan yang diambil sebelumnya adalah jurusan yang sobat Bias inginkan? Pertanyaan itu perlu ditanyakan kembali.

Disesuaikan juga keinginan pribadi dengan keinginan orang tua. Memang, banyak kejadian adanya perbedaan pilihan dengan orang itu. Berdiskusi dengan orang tua lebih intens sangat diperlukan.

Menurut mimin, terkadang menuruti keinginan orang tua yang baik untuk kita, meskipun berat perlu dilakukan. Bisa jadi, ada hikmah besar yang tersembunyi dibalik keputusan itu.

Dan yang penting perlu dipahami, kalau sudah takdir, yakinlah bahwa pasti sobat Bias akan mendapatkannya.

ATUR STRATEGI

Terakhir, perlu dipetakan materi yang ingin dipelajari, fokusannya materi dan mata pelajaran yang jadi prioritas. Tentu sobat Bias sudah mengetahui materi-materi apa yang mudah dan susah untuk dipahami.

Nah, gunanya pemetaan ini adalah untuk memudahkan sobat Bias belajar.

Tetap semangat ya sobat, ditunggu kabar suksesnya ya.

Gap year galau? Nggak la yau….

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of