Hari Aksara Internasional, 5 Jurus Agar Masyarakat Melek Baca di Industri 4.0

6
1596
Mewujudkan masyarakat melek baca di revolusi industri 4.0, sumber gambar: dokumen pribadi

Bagaimana minat baca tulis masayarakat di revolusi industri 4.0? Zaman yang mengadopsi empat sistem sakaligus antara sistem mekanik, elektrik, elektronik, dan informasi.  kita dihadapkan oleh industri yang semakin kompleks, teknologi kian canggih, dan ledakan informasi. Nah, apakah kita masih menganggap buku sebagai induk dari ilmu pengetahuan yang posisinya tidak bisa tergantikan oleh teknologi mana pun? Seberapa pentingkah budaya literasi dimiliki di era ini?

Memasuki industri 4.0 kadar melek industri sudah seharusnya sejalan dengan kadar melek informasi. Tapi apa yang terjadi?

Menurut Badan Pusat Statistik tingkat buta huruf yang ditanggungkan Indonesia pada tahun 2018 mencapai 3,4 juta jiwa atau 2,07%. Sedangkan dari segi minat membaca, berdasarkan studi yang dilakukan oleh Central Connecticut State University tahun 2016, Indonesia menduduki posisi ke-60 dari 61 negara. Beranjak dari hal itu, pada tanggal 8 September 2018 dunia akan memperingati Hari Aksara Internasional. Hari Aksara Internasional diperingati sebagai bentuk kepedulian UNESCO terhadap keterbelakangan dalam dunia pendidikan di seluruh dunia khususnya pada minat baca masyarakat.

Peringatan Hari Aksara Internasional bagi generasi milenial di 4.0 tentunya harus diisi dengan semangat yang positif dan membangun. Salah satu bentuk semangat itu bisa diwujudkan melalui peningkatan kemauan melek baca secara individu. Berikut ini beberapa cara mengembangkan melek baca di kalangan pemuda milenial.

1. Menentukan Bahan Bacaan Sesuai Selera

Setiap orang selalu memiliki minat terhadap hal-hal tertentu. Hal ini bisa dijadikan alasan untuk mencintai dunia literasi dengan membaca buku-buku yang sesuai dengan minat. Memulai suatu hal baru memang bisa melalui ketertarikan yang sudah kita miliki sebelumnya. Misalkan saja, kita tidak terlalu suka membaca buku tetapi sangat tertarik dengan dunia desain interior. Beranjak dari hal tersebut, kita bisa mulai membeli buku-buku tentang desain interior. Tidak menutup kemungkinan bahwa suatu saat kita akan tertarik membaca buku psikologi seseorang yang berkaitan dengan tipe desain menurut kepribadian manusia.

2. Membuat List Judul-Judul Paling Menarik

Apabila sudah menemukan ketertarikan terhadap satu jenis buku, kita bisa melanjutkannya dengan mencari daftar judul-judul buku serupa yang kira-kira recomended untuk dibaca. Proses pencarian bisa melalui internet maupun saling berbagi dengan teman-teman satu komunitas, sehingga bacaan akan terus berkembang secara luas.

3. Mulai Membaca

Kalau sudah menemukan judul-judul buku yang kiranya recomended, kita bisa memulai untuk membiasakan diri membaca. Tidak perlu langsung satu buku dalam satu hari, melainkan bisa dengan gerakan empat halaman per hari sampai buku tersebut habis. Kita bisa membaca buku di waktu-waktu senggang atau sebelum tidur. Membaca buku sebelum tidur juga sangat dianjurkan karena dapat meningkatkan kualitas tidur.

4. Membuat Resume

Aktivitas literasi yang menunjang baca buku adalah membuat resume buku-buku yang pernah kita baca. Selain dapat meningkatkan daya ingat, juga bisa dijadikan pengingat di masa depan tentang isi buku yang pernah kita baca di masa yang lalu. Membuat resume membuat kita seolah-olah belajar dua kali dari buku yang telah dibaca. Namun apabila membuat resume ini terlalu memberatkan, kita juga bisa membuat kutipan kata-kata berkesan dari buku. Gunanya untuk memotivasi kehidupan jika sewaktu-waktu kita mengalami kesulitan dalam hidup.

5. Membedah Sambil Diskusi

Berdiskusi akan membuat pengetahuan kita akan buku yang sudah kita baca menjadi semakin berkembang. Melalui diskusi kita akan mendengar pendapat bahkan ilmu baru yang mungkin tidak tercantum dalam buku yang sudah kita baca.

 

Penulis: Fitria Marta, Editor: Anggun Putri

6
Leave a Reply

avatar
6 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
6 Comment authors
Alvani Misbah WadihFitria MartafirdausNurul HusniAnggun Putri Aminatul Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
cep iman
Guest
cep iman

Jika melihat fenomena orang jaman now, mereka lebih suka bermain hp, medsos, yang otomatis akan mengurangi minat terhadap buku. sementara edukasi terhadap mereka untuk mengoptimalkan gadget hampir tidak pernah, padahal gadget bisa menjadi sarana baru untuk meningkatkan melek informasi dan juga menambah ilmu.

Anggun Putri Aminatul
Editor

Benar sekali…. literasi media sangat dibutuhkan sebagai edukasi. Jika generasi milenial dapat memanfaatkan teknologi dengan baik, hal-hal positif tentu bisa didapatkan.

Nurul Husni
Guest
Nurul Husni

Minat baca di Indonesia memang rendah karena rakyat belum memahami pentingnya membaca dan belum terbiasa membuka jendela dunia melalui buku2. Padahal dunia tak perlu dilihat dengan mengunjungi negara demi negara, menghabiskan banyak rupiah dan banyak waktu, melainkan cukup dengan melihat melalui jendelanya 😉

firdaus
Guest
firdaus

WELLL … terimakasih sudah mengingatkan saya pribadi khususnyadan masyarakat pada umumnya. terus berkarya

Fitria Marta
Guest
Fitria Marta

Semoga semakin banyak tulisan berkualitas di jagad sosial media kita

Alvani Misbah Wadih
Guest
Alvani Misbah Wadih

Halo mbak Fitri..
Salam dari member BİAS education 8.0