Memilih Jurusan Kuliah yang Bagus

1
480
Sumber Illustrasi: nomoslogis-wordPress.com

Ini tentang pengalamanku sewaktu milih jurusan kuliah yang bagus. Sempat merasa bingung dan bertanya-tanya kepada diriku sendiri dalam hati, Ha? Salah jurusan?

Ada nggak yang merasa kalau sekarang salah ngambil jurusan kuliah? Atau sedang menggalau karena bingung memilih jurusan kuliah yang bagus, bingung menentukan pilihan, bingung bingung bingung aja deh pokoknya, sampai bingung mau bingungin apa. Ada yang bilang bahwa yang paling sulit tuh bukan memilih, melainkan bertahan pada pilihan. Bener banget sih, banyak yang mungkin udah menceritakan tentang pilihan-pilihan dan bagaimana untuk konsisten pada pilihan tersebut. Tetapi, semua tetap bermula ketika kita memutuskan untuk memilih.

Aku adalah tipe orang yang sangat sulit untuk memutuskan, sebagian besar keputusan yang kuambil adalah berdasarkan perasaan atau intuisi saja, bukan berdasar pada logika. Selain itu aku adalah tipe introvert yang seringkali overthinking juga kebanyakan menimbang-nimbang sehingga keputusan yang aku ambil seringkali kacau. Banyak ketakutan ketika mengambil keputusan, seperti “Apakah benar pilihanku ini?”

“Apa nanti yang akan terjadi kalau aku memilih yang ini atau yang itu?”

“Bagaimana kalau pilihanku salah?”

“Bagaimana kalau orang-orang kecewa terhadap pilihanku?”

“Bagaimana jika nanti aku menyerah di tengah jalan?” dan bagaimana-bagaimana yang lainnya, begitu banyak kekhawatiran.

Salah satu pengambilan keputusan yang berat adalah ketika memilih jurusan kuliah yang bagus, terutama bila tidak memiliki passion yang jelas seperti aku dulu. Kenapa memilih jurusan ini penting? Karena secara tidak langsung hal ini akan mempengaruhi masa depan kita, ke mana arah dan tujuan hidup kita. Aku ingin bercerita bagaimana aku bisa nyasar di jurusan kuliah dulu, yaitu Pendidikan Geografi. FYI jurusanku di SMA adalah IPA. Lah kenapa kok bisa ngambil Pendidikan Geografi yang masuk IPS?

Ketika aku memilih jurusan yang bagus. Sumber Illustrasi: kwikku

Berawal dari guru BK kelas XII yang meminta untuk mengisi angket jurusan yang diinginkan di perguruan tinggi nanti. Lama hanya kutatap kertas di depanku, nggak terlintas sama sekali aku ingin masuk jurusan apa. Bahkan sejujurnya aku nggak tahu cita-citaku sebenarnya apa. Sangat-sangat bego karena waktu itu udah kelas XII tapi sama sekali nggak tahu mau jadi apa. Gimana coba? Entahlah waktu itu aku ngisi jurusan apa di angket itu, aku udah lupa. Yang pasti aku isi aja gitu.

Singkatnya, ketika memilih jurusan untuk tes SNMPTN (sekarang SBMPTN), setelah meminta pendapat dari orangtua dan kakakku, karena aku nggak bisa memutuskan sendiri, akhirnya aku memilih untuk mengambil jurusan Teknik Perangkat Lunak Univ. Brawijaya (UB) untuk pilihan pertama dan Pendidikan Teknik Informatika di Universitas Negeri Malang (UM) yang dulu hanya ada dua pilihan jurusan aja.

Kenapa memilih itu? Karena aku ngga tau lagi mau ngambil apa, hahaha. Sebenarnya orangtuaku cukup demokratis untuk tidak memaksakan pilihan jurusan kuliah yang bagus. Mungkin karena itu juga aku malah tambah bingung mau ambil apa. Ibu menginginkan aku menjadi guru karena aku wanita, dan Bapak bebas-bebas aja selama aku suka, padahal aku nggak tahu apa yang aku suka. Setelah mikir sana mikir sini akhirnya terpilihlah dua jurusan tadi, yang utama karena jurusan itu masa depannya terjamin, peluang kerja banyak. Yah setidaknya itu yang aku pikirkan waktu itu.

Selama kelas XII, teman-temanku sudah banyak mempersiapkan bahkan mengikuti tes-tes mandiri, kedinasan, dan tes entah apa yang sebenarnya aku nggak tahu. Sejujurnya waktu itu aku sama sekali nggak tahu info kampus. Untuk mencari informasi gak semudah sekarang, dulu hpku aja masih nok*ia poliponik, kalau mau searching harus ke warnet. Aku hanya mengandalkan SNMPTN aja, karena cuma itu jalur masuk kampus yang kutahu.

Tibalah waktu tes SNMPTN, tempat tesku adalah di UM tepatnya di Fakultas Sastra. Tesnya kujalani dengan cukup santai, nggak terlalu terbebani atau kepikiran macam-macam. Pokoknya pasrah ajalah, yang penting udah usaha maksimal, ngerjain yang aku bisa. Setelah tes selesai, baru aku kepikiran, kok aku cuman ikut SNMPTN aja ya, kayak bakal masuk aja. Teman-teman lain pada ngambil banyak tes buat jaga-jaga, tapi aku?

Akhirnya aku memutuskan untuk ikut ujian mandiri di UM, biar kayak teman-teman yang lain. Waktu itu aku ngambil jurusan Pendidikan Teknik Informatika pada pilihan pertama, sama seperti pilihan dua di SNMPTN, dan Pendidikan Geografi di pilihan dua. Lho kok bisa ambil Geografi, berarti ambil IPC ya. Nggak kok, aku tetap ambil IPA. Kenapa bisa ada Geografi, hal ini karena waktu itu di UM, Pendidikan Geografi masuk ke fakultas MIPA, kemudian pada tahun kedua aku kuliah baru pindah ke Fak. Ilmu Sosial. Nah, kenapa mutusin ambil geografi, padahal ya di sekolah gak ada mapel geografi di jurusan IPA, dapat materi geo cuma satu semester di kelas X gantian sama sejarah.

Aku ambil geo karena buat ngisi kekosongan pilihan jurusan aja, hhaha. Daaan ternyata ketika pengumuman, aku lolos di Geografi ini, berhubung pengumuman mandiri lebih dulu dari SNMPTN, muncullah kegalauan yang haqiqi. Mau diambil atau nggak, karena registrasinya sebelum pengumuman SNMPTN juga. Waktu itu aku merasa bahwa akan ketrima di SNMPTN, entah kenapa, tapi di pilihan kedua. Dengan pedenya akhirnya aku memutuskan buat ambil jurusan geo ini, dengan beberapa pertimbangan. Pertama karena ibuku pengen aku jadi guru, meski aku nggak sama sekali. Kedua jika aku masuk di pillihan dua SNMPTN, yaitu di UM juga, maka nanti dapat kualihkan ke jalur SNMPTN-nya. Gokil sih kayaknya, sok kepedean dan super gambling.

Akhirnya tibalah pengumuman SNMPTN, aku gak berani buka sendiri, was-was banget. Sampai beberapa temanku sms bahwa aku ketrima, tapi gak tahu di jurusan apa karena hanya berupa kode jurusan. Jadi dulu pengumuman bisa dilihat di website dan koran. Karena penasaran, akhirnya langsung cabut ke warnet dan buka pengumuman, dan ternyata beneran ketrima, setelah kucari kodenya, ternyata itu adalah pilihan pertama. Iya pertama, bukan kedua. Entah kenapa malah sedih, tapi seneng juga sih. Ini berarti rencanaku semula tidak bisa kulakukan. Berhubung aku sudah registrasi di Geografi UM, dan uangnya tidak dapat ditarik kembali, padahal orang tua udah gak punya biaya lagi jika harus ambil yang UB.

Waktu itu Bapak sangat kecewa karena aku nggak sabaran nunggu hasil SNMPTN, dan bahkan setelah lulus bertahun-tahun Bapak masih sering mengungkit masalah itu, hahha. Jujur aku juga teramat sangat kecewa dengan diriku sendiri, tapi udah terlanjur, apa mau menyesali terus? Apa mau meratapi nasib tanpa berbuat apa pun? Yah meski selama kuliah aku akui bahwa hatiku tidak sepenuhnya di sana, dan ini yang sekarang lebih kusesali karena aku merasa tidak mendapat apa pun selama empat tahun kuliah. Tapi, kalau kupikir-pikir lagi, sekarang aku sangat bersyukur bisa berada di tempatku saat ini, yang mungkin akan sangat berbeda bila aku memutuskan untuk mengambil UB.

Nah, jadi apa yang bisa disimpulkan buat milih jurusan yang bagus dari cerita konyol tadi?

Jadi, karena milih jurusan kuliah itu menjadi salah satu pijakan yang dapat menentukan masa depan kita, bagaimana tips untuk memilih jurusan sesuai dengan passion kamu. Yang pertama, pastinya ketahui bakat dan minat kamu. Ini sangat penting karena kalau kuliah gak di tempat yang gak kamu sukai, nantinya bakal sia-sia, buang-buang waktu dan biaya. Kedua, cari tahu jurusan yang sesuai dengan passion kamu, cari segala macam seluk-beluknya, mulai dari prospek jurusan, apa yang dipelajari waktu kuliah, kampus mana yang bagus, bagaimana jaringan alumninya, dsb. Ketiga, lobi orangtua agar mau mendukung cita-cita kamu, penting banget nih, karena ridho Allah ada pada ridho orangtua. Kalau orangtua udah mendukung InsyaAllah semesta ikut mendukung, ciyeee.

Yah, yang pasti usaha kalian akan dilancarkan dan tentunya hati kalian akan mantap menjalani apa yang sudah kalian pilih. Nah, yang terakhir dan yang terpenting nih, selalu libatkan Allah dalam setiap pengambilan keputusan kalian, karena apa yang kita inginkan belum tentu itu yang terbaik menurut skenario Allah. Karena sekuat apa pun yang kita perjuangkan, Allah berkata tidak, maka memang itu bukan jalan kita.

 

1
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
1 Comment authors
ahsananadiyya1 Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
ahsananadiyya1
Guest
ahsananadiyya1

Inspiring 🙂 terimakasih banyak kak, sudah share pengalamannya