Pemira BIAS Sebagai Sarana Belajar Berdemokrasi

0
177
Suasana diskusi dengan panelis. Dok. pribadi

Apakah Member Bias hanya belajar materi seharian penuh? Belajar materi mulai pagi sampai malam dengan lima kali pertemuan berturut-turut? Selama tiga bulan lagi. Sungguh melelahkan kelihatannya. Tapi, sobat Bias tak perlu khawatir dengan itu semua. Karena, pembelajaran di Bias tidak hanya berkutat pada materi dan materi saja, tetapi belajar dengan praktek juga dilakukan.

Beberapa waktu yang lalu, Member Bias Education melaksanakan salah satu kegiatan partisipasi demokrasi, yaitu pemilihan ketua periode angkatan SON 2019 dalam kegiatan pemilu raya yang disingkat dengan Pemira Bias Education. Pemira diikuti oleh 3 pasangan calon komandan tingkat (komting) dengan pasangan pertama adalah Shelvi dan Nadiyah, kedua Rifai dan Arif dan ketiga Faza dan Astandi. Pasangan Rivai dan Arif terpilih dengan perolehan suara terbanyak sebesar 81,3%.

Rifai dan Arif dalam visi-nya menekankan keharmonisan dalam keberagaman dan perbedaan. Hal ini mengingat bahwa rata-rata member Bias Education berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Dari keharmonisan ini diharapkan dapat terbentuk sinergesitas antara elemen di Bias Education dan dapat menampung aspirasi dari semua member untuk pengembangan Bias Eduaction ke depannya.

Pengukuhan komting terpilih periode SON 2019. Dok. Pribadi

Kegiatan pemira dilaksanakan pada tanggal 8 november 2019 yang dibungkus dengan serangkaian kegiatan. Pertama, ada penyampaian visi-misi dari ketiga calon pasangan. Masing-masing pasangan menyampaikan visi-misi dengan sungguh-sungguh. Yang menarik dari ketiga misi salah satu calon pasangan adalah meningkatkan kegiatan religius dengan menggalakkan sholat dhuha, sholat tahajjud dan kegiatan keagamaan lain.

Memang, salah satu poin penting yang diajarkan dalam pembelajaran di Bias Education adalah aspek keagamaan. Selama menjalani kegiatan belajar mengajar, member diajak untuk menjalani sholat lima waktu, kegiatan keagamaan di camp dan setiap hari kamis malam, member berkumpul dalam acara gathering yang salah satu kegiatannya adalah mengaji bersama.

Kedua, diskusi dengan panelis dan antar calon pasangan. Pertanyaan yang berbobot serta demokratis diajukan kepada masing-masing calon untuk menguji kesiapan dari pasangan calon komting. Tidak hanya itu, masing-masing calon juga mengajukan pertanyaan kepada calon pasangan yang lain. Yang terakhir adalah proses pemilihan yang dilakukan secara online mulai dari setelah diskusi panel sampai tanggal 9 November.

Dari kegiatan awal pendaftaran calon, diskusi panel sampai pemilihan diharapkan menjadi sarana pembelajaran untuk member sehingga mengerti tidak hanya secara tekstual dari materi tetapi juga secara praktek.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of