#PembahasanSoal Cakrawala Mandala Kertanegara

0
244
Situs Trowulan
Situs Trowulan. sumber: goodnewsfromindonesia.id

Apa sih yang terpikir oleh Sobat Bias kalau kesebut sejarah Indonesia zaman dahulu?

Prasasti, Candi, Keris dan sebagainya
Ya kan?

Nggak min, yang keinget kisah cintaku pada dia
Aelah,… -_-
Cuci muka,.. cuci muka, belum makan kayaknya,..
wkwkwkwkwk

Sobat Bias pasti sudah belajar materi zaman kerajaan Hindu dan Buddha?
Yuhu,…

Mimin ingin tahu nih, Sobat Bias bisa mengerjakan soal berikut apa enggak…
Mimin yakin, pasti pada bisa jawab kan ya?
Oyi mimin yang baik hati dan tidak sombong,…

Yuk simak soal berikut,

Pernahkah kalian mengenal istilah Cakrawala mandala? Bagaimana kedudukan Cakrawala Mandala dalam kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia?

Sobat Bias udah mengenal istilah Cakrawala Mandala?

Cakrawala Mandala merupakan sebuah politik yang dikenalkan oleh Raja Singhasari terakhir yakni Kertanagara berdasarkan Prasasti Sarwwadharmma di Penampihan, di lereng Gunung Wilis Kediri.

Cakrawala Mandala merupakan sebuah pemikiran sekaligus strategi politik untuk memperluas kekuasaan Singhasari melalui jalan penaklukan terhadap wilayah-wilayah di luar Yawadwipa (Jawa).

Beberapa daerah yang menjadi target taklukan Kertanagara meliputi Bali, Pahang, Melayu, Gurun, dan Bakulapura.

Pada abad yang sama, pemerintahan Kubilai Khan dari Dinasti Yuan mulai melakukan ekspansi ke arah selatan memasuki wilayah Indocina.

Melihat ancaman yang terus mendekat, Raja Kertanagara mulai melakukan antisipasi untuk menghalau datangnya tentara Mongol dengan menguasai daerah-daerah jauh sebagai benteng perlindungan.

Selain melalui penaklukan, Raja Kertanagara juga membina hubungan diplomasi dengan kerajaan-kerajaan lain guna menghalau tentara Mongol, salah satunya dengan Kerajaan Campa dan Sriwijaya.

Politik Cakrawala Mandala inilah yang kemudian membawa inspirasi bagi Majapahit, sebagai penerus Kerajaan Singhasari untuk meniru keberhasilan leluhurnya dalam menyatukan Nusantara.

Gajah Mada yang menjabat sebagai Hamangkubhumi Majapahit kala itu, melalui Sumpah Palapa mengikrarkan diri untuk melaksanakan tugas mulia tersebut dalam menyatukan Nusantara.

Sumber:
Soejono, R.P. 2010. Zaman Kuno. Sejararah Nasional Indonesia II. Jakarta: Balai Pustaka.
Munandar, Agus Aris. 2010. Gajah Mada Biografi Politik. Jakarta: Komunitas Bambu

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of